March 2009


Mendengkur akan membuat Anda lelah dan tidak bersemangat di pagi hari. Ikuti 5 langkah berikut agar tidur Anda tenang dan nyenyak.

Setiap orang harus berhati-hai dalam memilih obat baik dalam bentuk spray atau pil yang menjanjikan bisa menghentikan dengkuran.”Ada banyak jenis spray, pil dan tablet yang mengklaim bisa menghentikan dengkuran, tetapi saya belum melihat ada data ilmiah yang mendukung klaim ini,” terang Mark Mahowald, MD yang merupakan direktur Pusat Kelainan Tidur Daerah Minnesota (Minnesota Regional Sleep Disorders Center).

Untungnya, kita bisa berhenti mendengkur dengan mengubah gaya hidup dan melakukan penyembuhan alami.

1. Ubahlah posisi tidur Anda
Dengkuran disebabkan oleh langit-langit lunak, uvula, lidah, tonsil dan atau otot-otot di bagian belakang tenggorokan saling bergesekan satu sama lain dan menimbulkan bunyi bervibrasi selama Anda tidur. “

Jadi, pada dasarnya, dengkur akan terjadi hanya jika Anda berbaring dengan punggung dan lidah jatuh ke belakang dan meningkatkan penahanan udara,” terang Mahowald.

“Tidur dengan menghadap ke samping akan membantu Anda berhenti mendengkur.” Anda juga bisa menaikkan bagian kepala tempat tidur Anda sekitar 4 inchi. Anda bisa meletakkan benda di bawah matras.

Akan tetapi, ketika dengkur Anda semakin membaik, itu tetap bisa terjadi saat Anda tidur menghadap ke samping atau dengan menaikkan kepala. Anda mungkin tetap mendengkur sepanjang malam walaupun telah memperbaiki posisi tidur. Kalau begitu, sudah saatnya mengubah gaya hidup Anda.

2. Turunkan 10% berat badan Anda
Menurut Mahowald, orang-orang yang kelebihan berat badan cenderung memiliki jaringan tebal di leher yang meningkatkan risiko mendengkur. Jika Anda kelebihan berat badan, menurunkan sedikit berat badan, bahkan hanya 10% dari berat badan Anda, akan membantu hentikan dengkuran.

3. Hindari alkohol dan obat penenang
“Apapun yang membuat tenang seperti pil tidur dan alkohol dalam kadar rendah bisa menyebabkan dengkuran karena bahan ini cenderung menekan aliran napas,” ujar Robert W. Clark, MD, Direktur Medis Pusat Kelainan Tidur di Columbus Community Hospital, Ohio.

Jika Anda mendengkur karena minum alkohol dan menggunakan obat penenang, sebaiknya mulai hentikan salah satu atau kedua-duanya.

4. Menghirup uap sebelum tidur
Alat pelega napas seringkali menyebabkan dengkuran. Menurut Clarke, Anda lebih baik melegakan hidung mampet dengan menghirup uap dalam-dalam melalui hidung.

Sediakan air panas dan tutuplah kepala Anda dengan handuk. Menghirup uap panasnya akan mengencerkan mucus penyebab hidung mampet.

5. Cobalan nasal strip
Studi menunjukkan, nasal strip bisa meredakan hidung mampet serta membantu berhenti mendengkur.”Bernapas jauh lebih mudah jika lubang hidung terbuka lebar, jadi nasal strip yang digunakan pada hidung bisa membantu jika dengkuran disebabkan oleh masalah hidung. Tetapi, seringkali dengkuran disebabkan oleh masalah pada lidah atau langit-langit lembut dan bukan hidung.

sumber

Kita mungkin sudah familiar dengan nama bunga matahari. Tanaman yang berumur pendek ini, selain sebagai tanaman hias taman di sekitar kita, ternyata sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan.

Tanaman ini juga bisa digunakan untuk mengatasi hipertensi, sakit kepala, sakit gigi, nyeri menstruasi , rematik, nyeri lambung, serta sejumlah penyakit lainnya. Dimana seluruh bagian dari tanaman ini bisa dimanfaatkan.

Bunganya, bisa digunakan untuk darah tinggi dan mengurangi nyeri serta sakit kepala, pusing, sakit gigi, nyeri lambung, menstruasi, dan rematik.

Bijinya digunakan untuk meningkatkan nafsu makan, lesu, disenteri berdarah. Sedangkan akarnya, bisa digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kencing, radang saluran nafas (bronchitis), batuk rejan (pertussis), dan keputihan.

Daunnya digunakan untuk penyakit malaria.

Cara mengolahnya, ambil bunga sebanyak 30-90 gram, dasar bunga (receptaculum) 30 – 90 gram dan sumsum dari batang: 15-30 gram lalu direbus. Ini dapat digunakan untuk pemakaian luar. Seperti luka bakar, tersiram air panas, dan reumatik.

Untuk reumatik, kepala bunga digodok sampai menjadi kanji lalu ditempelkan ke tempat yang sakit.

Sementara untuk Disentri, sebanyak 30 gram biji diseduh, lalu ditim selama satu jam. Kemudian angkat, lalu diminum dengan menambahkan gula batu secukupnya.

Sumber


Vaksinasi kanker leher rahim atau dalam istilah kedokteran lazim disebut kanker serviks efektif mencegah risiko terserang kanker yang menyerang 80 persen wanita. Deteksi dini kanker leher rahim bermanfaat terhadap penanganan dan pengobatan kanker ini.

Di Indonesia setiap satu jam satu perempuan meninggal karena kanker serviks. 80 persen wanita terserang virus human papilloma virus (HPV). “50 persen diantaranya perempuan yang diserang virus ini berubah menjadi kanker leher rahim.


Kanker leher rahim termasuk salah satu penyakit seksual yang disebabkan beberapa faktor antara lain hubungan seksual berisiko, merokok, memiliki partner seks lebih dari satu, menikah usia muda, kehamilan yang sering, serta mengidap penyakit menular seksual.

Perempuan yang terkena kanker leher rahim pada stadium awal seringkali tanpa gejala sehingga kebanyakan baru terdeteksi pada saat stadium lanjut. Kanker serviks umumnya terjadi pada usia perempuan 30 hingga 50 tahun yaitu puncak masa reproduksi perempuan. Penyakit ini menyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik,kejiwaan dan kesehatan seksual.

Gejala awal infeksi HPV tidak terlihat, tapi dengan pemeriksaan ditemukan sel-sel serviks yang disebut lesi prakanker. Sedangkan pada kanker tingkat lanjut gejala yang timbul gejalanya pendarahan liang sanggama, keputihan yang bercampur darah dan berbau, nyeri panggul dan gangguan atau tidak dapat buang air kecil. Infeksi leher rahim dapat berulang dan menetap (persisten). Dari gejala awal hingga perkembangan menjadi kanker dibutuhkan waktu 2 hingga 10 tahun setelah terinfeksi.

Cara mendeteksi kanker leher rahim dilakukan dengan dua cara yakni pap smear dan inspeksi visual asetat (IVA) yang dapat dilakukan di rumah sakit oleh tenaga ahli kedokteran dan kebidanan.

Untuk mencegah terserang virus HPV, setelah memasuki usia 10 tahun perlu vaksinasi selama tiga kali untuk mencegah terjangkit HPV selama 11 tahun.

Vaksinasi pertama dilakukan pada bulan ke-0, bulan pertama dan bulan ke-7.
Melakukan pencegahan dan secara teratur memeriksakan diri akan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini.

sumber